Fitria Rahmadianti – detikFood
Konsumsi garam berlebihan bisa berakibat terkena hipertensi. Karenanya banyak penderita hipertensi mengurangi makanan asin. Namun, jangan sembarangan berdiet garam karena salah-salah bisa terkena penyakit lain.

Penelitian dalam Journal of American Medical Association bulan Mei lalu menyimpulkan bahwa rendahnya kadar sodium (garam) berkaitan dengan tingginya tingkat kematian. Bahkan sedikit saja kekurangan asupan garam dapat mempertinggi resiko penyakit kardiovaskular yang berujung pada kematian.

Oleh karenanya, The Salt Institute berpendapat bahwa diet rendah sodium berbahaya bagi kesehatan jika dilakukan sembarangan tanpa konsultasi dokter dan dapat memicu beragam penyakit sebagai berikut:

Diabetes
Penelitian Harvard pada tahun 2010 menghubungkan diet rendah garam dengan peningkatan ketahanan insulin. Kondisi ini dapat memicu diabetes tipe 2. Baru-baru ini penelitian di Australia menunjukkan bahwa angka kematian individu yang menderita diabetes tipe 1 atau 2 jauh lebih tinggi akibat dibatasinya asupan garam.

Mudah jatuh pada lansia
Fungsi ginjal pada lansia semakin menurun seiring bertambahnya umur. Ginjal menjadi sulit mempertahankan sodium. Hyponatremia (kekurangan sodium) membuat lansia menjadi mudah jatuh sehingga tulang panggulnya rentan patah. Hal ini juga dapat menyebabkan penurunan kemampuan kognitif.

Kurangnya berat badan bayi
Penelitian pada tahun 2007 menyebutkan bahwa ibu yang diet rendah garam berisiko melahirkan bayi dengan berat badan di bawah normal serta memiliki kadar sodium yang rendah dalam darah mereka. Bayi berpotensi mengalami perkembangan fungsi syaraf yang buruk pada umur 10-13 tahun.

Kematian prematur
National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) mengungkapkan temuan bahwa orang yang menderita penyakit jantung dan mengurangi konsumsi garam lebih berisiko meninggal prematur.