Putro Agus Harnowo – detikHealth

 Image

 Jakarta, Tak semua orang suka teh hijau. Dan orang yang minum teh hijau biasanya lebih sadar arti sehat sehingga kebiasaan-kebiasaan sehat lainnya juga dijalani. Peminum teh hijau juga cenderung aktif bersosialisasi.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan pecinta teh hijau umumnya juga mengkonsumsi makanan yang sehat, banyak ikan, sayuran dan buah, lebih berpendidikan, sedikit merokok, lebih jarang mengalami serangan jantung atau stroke dan memiliki ketajaman mental.

Peminum teh hijau juga cenderung lebih aktif secara sosial, serta memiliki banyak teman dan keluarga yang dapat diandalkan. Penelitian lain telah menemukan bahwa orang dewasa yang memiliki lebih banyak ‘dukungan sosial’ lebih kecil kemungkinannya menjadi cacat.

“Bahkan dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, teh hijau sendiri berkaitan dengan risiko cacat yang lebih rendah,” kata peneliti Tomata Yasutake dari Tohoku University Graduate School of Medicine seperti dilansir Health24.com, Selasa (7/2/2012).

Orang yang minum sedikitnya lima cangkir teh hijau setiap hari memiliki kemungkinan mengalami cacat sepertiga lebih rendah dibanding yang minum teh hijau kurang dari secangkir sehari. Dan orang yang rata-rata minum teh hijau tiga atau empat cangkir sehari memiliki risiko 25% lebih rendah mengalami cacat.

Salah satu penelitian baru menemukan bahwa ekstrak teh hijau dapat meningkatkan kekuatan otot kaki pada wanita tua. Manfaat kesehatan teh hijau salah satunya adalah membuat tubuh tetap bugar sampai tua. Orang dewasa yang secara teratur minum teh hijau ternyata dapat tetap lincah dan mandiri di usia senja.

Teh hijau mengandung senyawa antioksidan yang dikenal sebagai EGCG (epigallocatechin-3-gallate). Senyawa ini membantu mencegah kerusakan sel tubuh yang dapat menyebabkan penyakit. Banyak peneliti telah mempelajari efek teh hijau terhadap kolesterol hingga risiko kanker. Hasilnya sangat beragam sampai sejauh ini.

Dalam penelitian ini, peneliti dari Jepang memantau hampir 14 000 orang dewasa berusia 65 ke atas. Para peneliti menemukan bahwa orang yang minum teh hijau memiliki kemungkinan paling kecil mengalami ‘cacat fungsional’ selama tiga tahun ke depan.

Cacat fungsional adalah gangguan dalam melakukan kegiatan sehari-hari seperti pergi ke toko, melakukan pekerjaan rumah tangga, atau mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti berpakaian dan mandi.

Hampir 13% orang dewasa dalam penelitian yang minum kurang dari secangkir teh hijau per hari mengalami cacat fungsional. Jumlah itu cukup besar jika dibandingkan dengan hanya 7% orang yang minum minimal lima cangkir teh hijau per hari yang mengalami cacat fungsional. Namun itu saja tidak cukup membuktikan bahwa teh hijau membuat tubuh tetap bugar.

Secara umum, teh hijau aman dikonsumsi dalam jumlah sedang. Karena teh dan ekstrak teh mengandung kafein, beberapa orang mungkin perlu menghindarinya.

Teh hijau juga mengandung sejumlah kecil vitamin K yang dapat mengganggu kerja obat yang mencegah pembekuan darah, seperti warfarin. Karena banyak orang tua yang meminum beberapa obat, maka sebaiknya bicarakan dengan dokter sebelum menggunakan teh hijau sebagai minuman kesehatan.