Reza Wahyudi | Kamis, 1 Maret 2012 | 06:48 WIB
KOMPAS.com – Mengambil momen perhelatan teknologi Mobile World Congress (MWC) 2012, Microsoft merilis versi “Consumer Preview” dari sistem operasi terbarunya, Windows 8.

“Ini adalah Windows yang bahkan lebih baik daripada Windows 7,” kata Steven Sinofsky, kepala divisi Windows Microsoft, saat memamerkan Windows 8 tersebut di acara MWC yang digelar di Barcelona, Spanyol.

Windows 7 merupakan sistem operasi Microsoft yang memiliki rekor penjualan paling cepat, terjual sebanyak 525 juta unit dalam waktu kurang dari tiga tahun.

Namun, Microsoft sadar telah ketinggalan di perlombaan komputasi mobile dari Apple, Google, dan Amazon.com. Windows 8 menjadi jawaban Microsoft dalam mengejar ketertinggalan tersebut.

“Ini sangat cepat dan mengalir dalam menavigasi antarmuka ini”, kata Sinofsky, saat menunjukkan Windows 8 pada tablet dan ultrabook.

Windows 8 Consumer Preview atau dapat kita sebut sebagai Windows 8 versi beta ini dapat digunakan oleh publik secara gratis sampai versi finalnya tersedia.

Namun, karena sifatnya masih uji coba, Microsoft tidak menjamin semua program atau proses komputasi dapat berjalan dengan baik.

Untuk menggunakannya, silakan download lebih dahulu file installer dari halaman ini, http://preview.windows.com/.

Windows 8 Consumer Preview, menurut Stefen Sinofsky, membawa lebih dari 100.000 perubahan atau perbaikan dibanding versi Developer Preview.

Microsoft sebelumnya telah merilis Windows 8 versi Developer Preview pada akhir tahun 2011 lalu dan telah di-download lebih dari tiga juta kali.

Microsoft menyebut Windows 8 sebagai rancang ulang yang paling signifikan dari antarmuka Windows, sejak mereka menghadirkan Windows 95.

Titik berat dari desain baru Windows 8 adalah pada antarmuka “Metro style” yang mengacu pada antarmuka yang digunakan di platform Windows Phone saat ini.

Untuk pertama kalinya, tombol kenamaan Windows, “Start” tidak digunakan lagi dan akan digantikan oleh menu panel berbasis geser (sliding panel-based menu).

Di Windows 8 ini, Microsoft berusaha menggabungkan tampilan dan pengalaman dari penggunaan smartphone, tablet, dan komputer desktop.


Ini merupakan pendekatan serupa yang dilakukan pesaing utama Microsoft, Apple dan Google.

Tidak seperti versi-versi Windows sebelumnya yang hanya mendukung arsitektur prosesor x86, Windows 8 juga mendukung chip ARM yang banyak dipakai di perangkat tablet umumnya.

Pengguna Windows 8 nantinya akan banyak menggunakan metode geser (sliding) untuk mengakses menu atau aplikasi.

Meski demikian, Microsoft akan masih menggunakan layout Windows tradisional (dengan menggabungkan dengan metode sliding) demi kenyamanan pengguna dalam menggunakan aplikasi, seperti Word dan Excel.

Windows Store

Untuk pertama kalinya, Windows 8 akan dilengkapi toko aplikasi “Windows Store” yang menyediakan beragam pilihan aplikasi.

Di Windows Store, pengguna dapat men-download dan mencoba aplikasi serta mendapatkan akses ke penyimpanan awan (cloud storage) dengan kemampuan untuk memindahkan konten di berbagai perangkat termasuk ponsel Windows Phone.

Windows Store memiliki berbagai aplikasi dan game, salah satu yang telah dikenal adalah Cut the Rope.

Pengguna perlu untuk login dengan account Microsoft untuk men-download aplikasi, yang semuanya gratis selama masa uji coba ini.

Windows 8 Consumer Preview juga menyertakan versi beta dari browser Microsoft terbaru, Internet Explorer 10.

Dalam Windows 8 telah terdapat aplikasi email, kalender dan messaging, tetapi tidak ada penampakan program Office.

Sinofsky mengatakan awal Maret ini bahwa Office akan disertakan dalam Windows 8 untuk tablet berbasis ARM.