Indra Akuntono | Inggried Dwi Wedhaswary | Rabu, 14 Maret 2012

JAKARTA, KOMPAS.com – Pada tahun 2013 mendatang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana akan menggratiskan biaya Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso mengatakan, saat ini Kemdikbud tengah menghitung dana yang diperlukan untuk menerapkan SNMPTN gratis.

Tahun 2011 lalu, pemerintah mengalokasikan Rp 30 miliar untuk menyelenggarakan SNMPTN. Besaran dana itu mampu menutupi biaya operasional SNMPTN jalur undangan dan ujian tulis sekitar 35 persen.

Rencana ini, jelas Djoko, sejalan dengan akan dihapuskannya SNMPTN jalur ujian tertulis. Menurutnya, dengan hanya membuka jalur undangan dalam penerimaan mahasiswa baru di PTN, beban penyelenggaraan SNMPTN lebih ringan karena tidak perlu lagi mencetak naskah untuk ujian tulis.

“Semua menjadi lebih hemat karena tidak ada biaya cetak. SNMPTN akan gratis, karena pemerintah yang membayarnya,” kata Djoko, Selasa (13/3/2012), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.

Selama ini, para peserta SNMPTN memang dikenai biaya pendaftaran yang nilainya berbeda setiap tahunnya. Pada 2012, setiap peserta jalur undangan dikenai biaya pendaftaran sebesar Rp 175 ribu. Adapun, untuk jalur ujian tulis setiap peserta dikenakan biaya Rp 150 ribu untuk kelompok IPS, dan Rp 175 ribu untuk kelompok IPC (IPA dan IPS).

Di luar itu, terdapat juga ujian keterampilan sebesar Rp 150 ribu untuk setiap peserta yang dibayarkan pada saat peserta mengikuti ujian keterampilan di PTN penyelenggara.